Pencarian

Bupati Padang Pariaman Kukuhkan Bundo Tangguh Bencana, 117 Peserta Siap Perkuat Kesiapsiagaan Keluarga

Selasa, 04 Agustus 2026 • 14:28:01 WIB
Bupati Padang Pariaman Kukuhkan Bundo Tangguh Bencana, 117 Peserta Siap Perkuat Kesiapsiagaan Keluarga
Bupati Padang Pariaman mengukuhkan pengurus Bundo Tangguh Bencana (BUNTANA) yang diikuti 117 peserta untuk memperkuat kesiapsiagaan keluarga menghadapi bencana.

PADANG PARIAMAN — Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menegaskan bahwa ketangguhan menghadapi bencana harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Dalam konteks ini, perempuan memegang peran ganda sebagai pendidik pertama anak sekaligus pengambil keputusan saat situasi darurat.

"Melalui BUNTANA, kita ingin melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana di tingkat keluarga dan masyarakat," kata John Kenedy Azis dalam sambutannya.

Program yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini lahir dari evaluasi atas rentetan bencana yang melanda Padang Pariaman sepanjang 2025. Mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga pohon tumbang menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah.

Tiga Tokoh Perempuan Dikukuhkan Sebagai Pengurus BUNTANA

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Padang Pariaman mengukuhkan tiga tokoh perempuan sebagai pengurus inti. Mereka adalah Ny. Nita Christanti Azis dari TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Resty Yulandari Rahmat dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Ny. Reni Hendra Aswara dari Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Padang Pariaman Emri Nurman menjelaskan, BUNTANA dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan teknis perempuan dalam mitigasi serta penanggulangan bencana.

"Kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama. Perempuan memiliki posisi strategis untuk menanamkan pengetahuan dan perilaku siaga bencana di lingkungan keluarga," ujarnya.

Pembekalan dari BMKG dan KOGAMI: dari Hidrometeorologi hingga Gempa

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber kunci. Supriyadi, S.Tr., Geof. dari BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang memberikan materi mengenai pengenalan ancaman hidrometeorologi dan gempa bumi. Sementara itu, Patra Rina Dewi, S.Si., M.Sc. dari Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) Sumatera Barat memaparkan langkah-langkah praktis kesiapsiagaan yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat.

Materi tersebut dinilai krusial mengingat posisi geografis Padang Pariaman yang berada di pesisir pantai barat Sumatera, berhadapan langsung dengan zona subduksi yang berpotensi memicu gempa besar dan tsunami.

Sinergi Forkopimda dan Perangkat Daerah Perkuat Program

Acara pengukuhan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf ahli dan asisten Sekretariat Daerah, serta kepala perangkat daerah. Kehadiran mereka menjadi penegasan komitmen bersama untuk memperkuat budaya sadar bencana melalui pemberdayaan perempuan sebagai pilar utama ketahanan keluarga.

Dengan adanya BUNTANA, diharapkan setiap nagari di Padang Pariaman nantinya memiliki kader perempuan yang mampu mengedukasi warga, menyusun rencana evakuasi mandiri, hingga menjadi penghubung antara masyarakat dan BPBD saat terjadi bencana.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: minangkabaunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks