PADANG — BMKG Minangkabau meminta warga Kepulauan Mentawai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi pada dini hari nanti. Peringatan dini ini menjadi perhatian utama karena berbeda dengan wilayah lain di Sumatera Barat yang umumnya masih cerah berawan.
Secara keseluruhan, prakiraan cuaca untuk Sumatera Barat pada Kamis (6/8/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun, potensi hujan ringan tetap ada dan tersebar di sejumlah daerah pada waktu yang berbeda-beda.
Jadwal Hujan di Sumatera Barat: dari Pagi hingga Dini Hari
BMKG merinci potensi hujan ringan terjadi secara bertahap. Pada pagi hari, hujan ringan berpotensi mengguyur wilayah Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Kota Solok.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan ringan bergeser ke wilayah Kepulauan Mentawai, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Pada malam hari, hujan ringan masih berpeluang turun di Pesisir Selatan dan Dharmasraya.
Memasuki dini hari, cuaca umumnya tetap berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan, sementara Kepulauan Mentawai berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Mengapa Mentawai Berbeda? Ini Kata BMKG
Perbedaan intensitas hujan ini menjadikan Kepulauan Mentawai satu-satunya wilayah yang masuk dalam kategori peringatan dini. BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat di Kepulauan Mentawai dan sekitarnya untuk mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan dari hujan lebat.
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Barat berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 65–98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 4–22 kilometer per jam.
Warga di wilayah pesisir dan dataran rendah diminta untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air atau dampak lain yang menyertai hujan intensitas sedang hingga lebat, khususnya di Kepulauan Mentawai.