Pencarian

6 Kepala Madrasah Negeri di Kabupaten Solok Jalani Penilaian Kinerja Tim PKKM Sumbar, Ini Kata Kemenag

Jumat, 07 Agustus 2026 • 14:46:01 WIB
6 Kepala Madrasah Negeri di Kabupaten Solok Jalani Penilaian Kinerja Tim PKKM Sumbar, Ini Kata Kemenag
Enam kepala madrasah negeri di Kabupaten Solok mengikuti Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang digelar Kanwil Kemenag Sumatera Barat di Alahan Panjang.

KOTO BARU — Enam kepala madrasah negeri di Kabupaten Solok menjalani Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang digelar oleh Kanwil Kemenag Sumatera Barat. Proses penilaian yang berlangsung selama dua hari ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim, Dr. H. Jhon Of Rizal One, MA, dan dibuka secara daring oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar.

Pada hari pertama, Rabu (5/8), penilaian dipusatkan di Alahan Panjang. Rusmaida, Kepala MTsN 3 Solok, menjadi satu-satunya kepala madrasah yang dinilai di hari tersebut. Sementara itu, lima kepala madrasah lainnya menjalani penilaian pada Kamis (6/8) di MAN 1 Solok Plus Keterampilan.

Lima Kepala Madrasah Dinilai di MAN 1 Solok

Di hari kedua, tim penilai menyambangi MAN 1 Solok Plus Keterampilan. Sebanyak lima kepala madrasah mengikuti rangkaian penilaian di lokasi ini, yaitu:

  • Febrita, Kepala MAN 1 Solok Plus Keterampilan
  • Erdinal, Kepala MTsN 2 Solok
  • Delmi Masnita, Kepala MTsN 1 Solok
  • Junaidi, Kepala MIN 1 Solok
  • Maidison, Kepala MAN Kota Solok

Kehadiran Maidison dalam kegiatan ini menambah daftar peserta yang dinilai, sehingga total menjadi enam kepala madrasah dari empat belas kepala madrasah negeri yang ada di Kabupaten Solok.

Penilaian Bukan Sekadar Prosedur Administrasi

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, MA, yang turut mendampingi tim penilai menegaskan bahwa PKKM bukan sekadar pemenuhan prosedur administrasi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas sumber daya manusia pengelola madrasah.

“Pendidikan merupakan salah satu pekerjaan penting Kementerian Agama dalam melayani masyarakat, selain termuat dalam Tupoksi, pendidikan juga termaktub dalam Asta Protas Kemenag Berdampak, mulai dari meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi dan mewujudkan pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi,” ujar Dedi Wandra.

Dedi menambahkan, tantangan yang dihadapi kepala dan guru madrasah lebih berat dibandingkan guru di sekolah umum. Mereka tidak hanya dituntut melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga beriman dan menguasai teknologi.

Hasil Penilaian Jadi Peta Jalan Pembenahan

Dedi Wandra berharap hasil PKKM kali ini tidak berhenti sebagai laporan penilaian semata. Ia ingin rekomendasi dari tim penilai menjadi peta jalan bagi Kemenag Kabupaten Solok untuk terus membenahi kualitas pendidikan Islam.

“Kami di Kemenag Kabupaten Solok terus mendorong agar setiap kepala madrasah tidak hanya bekerja secara prosedural, tetapi memiliki visi besar untuk melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak. Kehadiran tim PKKM hari ini adalah angin segar bagi kami untuk terus melakukan pembenahan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para kepala madrasah untuk tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan tenaga pendidik, kependidikan, dan komite madrasah dinilai krusial agar target Asta Protas Kemenag Berdampak dapat terwujud. Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, H. Elafki, S.Pd, MM, serta Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suhanews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks