Pencarian

Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Tembus 116 Persen Target, Jadi Andalan Ketahanan Energi Nasional

Minggu, 09 Agustus 2026 • 09:53:01 WIB
Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Tembus 116 Persen Target, Jadi Andalan Ketahanan Energi Nasional
Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia Muharram Jaya Panguriseng memaparkan capaian produksi migas semester pertama 2026 dalam Town Hall Meeting di Jakarta.

SUMATERA BARAT — Industri hulu migas nasional tengah berjibaku melawan laju penurunan produksi alamiah yang agresif. Data SKK Migas menunjukkan decline rate minyak nasional periode 2020–2025 mencapai rata-rata 22,3 persen per tahun, sementara gas 12 persen per tahun. Di tengah tekanan itu, PHI yang mengelola wilayah kerja Regional 3 Kalimantan justru tampil di atas target.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyebut lapangan eksisting Indonesia mengalami penurunan produksi yang sangat tajam. Kondisi ini krusial karena porsi migas dalam bauran energi nasional masih di atas 50 persen hingga 2025, terutama untuk sektor transportasi, kelistrikan, dan industri.

Rincian Capaian dan Kepemimpinan Baru

Kinerja semester pertama 2026 ini diumumkan dalam Town Hall Meeting Direktur Utama PHI yang dihadiri sekitar dua ribu pekerja secara hybrid dari Jakarta dan Kalimantan. Muharram Jaya Panguriseng, yang baru dilantik sebagai Direktur Utama pada 29 Juli lalu, memaparkan langsung pencapaian tersebut.

Komisaris Utama Meidawati menekankan strategi selective investment dengan analisis tekno-ekonomi berbasis keselamatan kerja (HSSE) dan manajemen risiko. "Upaya-upaya yang kita lakukan mengedepankan analisis tekno-ekonomi yang berbasis keselamatan kerja atau HSSE dan manajemen risiko," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Meidawati juga memperkenalkan jajaran kepemimpinan baru: Nana Surdjana sebagai Komisaris dan AH. Bimo Suryono sebagai Komisaris Independen. Apresiasi disampaikan kepada Sunaryanto yang memimpin PHI periode 20 Februari 2024 hingga 7 Juli 2026.

Proyek Strategis dan Inovasi Peningkatan Produksi

PHI mencatat sejumlah tonggak penting sepanjang semester pertama. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merampungkan pemasangan topside Proyek Manpatu pada akhir Mei, disusul onstream platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI pada Juni.

Di sektor pengeboran, PEP Sangasanga Field berhasil menuntaskan sumur pengembangan NKL-1183. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menerapkan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) pada awal Februari yang mendongkrak produksi sumur hingga 150 persen. PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) juga mencatat hasil positif dari dua sumur di Lapangan Sejadi.

Muharram mengajak pekerja untuk terus berinovasi mengoptimalkan recovery rate dari lapangan-lapangan tua yang sudah mature. "Kita harus mengedepankan out of the box thinking. Mustahil kita mengharapkan hasil yang berbeda, jika kita tetap melakukan cara yang sama di lokasi yang sama pula," tegasnya.

Keselamatan Kerja sebagai Fondasi

Di tengah target produksi yang menantang, Muharram menegaskan aspek HSSE tidak bisa ditawar. "Tidak ada kepentingan operasional yang begitu penting sehingga mengorbankan aspek HSSE," ujarnya. Ia memastikan tidak ada pekerjaan yang dimulai tanpa analisis risiko dan tindakan preventif.

Capaian PHI ini menjadi catatan penting bagi upaya pemerintah mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12.000 MMSCFD gas pada dekade mendatang. Dengan produksi saat ini yang masih di kisaran 580.000 BOPD, kontribusi PHI sebesar 59,3 ribu BOPD setara lebih dari 10 persen produksi nasional—modal berharga untuk menjaga ketahanan energi di tengah transisi menuju energi bersih.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks