PADANG PARIAMAN — Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menuntaskan penyisiran di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin (11/8). Hasilnya, tim mendata lima titik kerusakan infrastruktur jalan yang tersebar di dua ruas utama, sebagian besar dalam kondisi kritis.
Koordinator Satgas PRR Wilayah Sumbar, Brigjen Pol Yopie Indra Sepang, di Padang, Selasa, menyatakan pendataan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran riil di lapangan. "Kami turun atas untuk mendapatkan data rill, hasilnya didapati sejumlah infrastruktur jalan yang rusak karena bencana di Padang Pariaman," katanya.
Empat Titik Kritis di Jalan Batu Basa-Batas Sungai Pingai
Kerusakan terkonsentrasi di ruas Jalan Batu Basa-Batas Sungai Pingai dengan empat titik lokasi berbeda. Kondisi paling parah berada di koordinat -0.376864, 100.039240, di mana badan jalan terputus akibat bencana November 2025. Warga setempat terpaksa menggunakan jalan tanah alternatif dengan memutar sekitar 100 meter.
Titik kedua berada di Durian Taba, Korong Sungai Pingai. Lokasi ini terdampak bencana November 2025 dan kembali mengalami gerusan akibat banjir pada 3 Agustus 2026. Akibatnya, lebar badan jalan berkurang sekitar lima puluh persen dan berpotensi mengganggu keselamatan serta kelancaran lalu lintas.
Dua titik lainnya masing-masing berada di Simpang Tiga Padang Gantiang Sungai Pingai yang mengalami longsor pada 3 Agustus 2026, serta satu titik di koordinat -0.375160, 100.005956 yang terputus akibat banjir di tanggal yang sama. Ruas terakhir ini merupakan penghubung vital antara Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.
Akses Ekonomi dan Pendidikan Terganggu, Anak Sekolah Terpaksa Seberangi Sungai
Putusnya jalan tidak hanya berdampak pada transportasi, tetapi juga mengganggu akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan bagi sekitar 1.000 jiwa di lokasi setempat. Situasi ini terpantau langsung oleh tim saat melakukan penyisiran di lapangan.
"Kami melihat langsung anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor," jelas Brigjen Pol Yopie Indra Sepang.
Data Lapangan Jadi Dasar Percepatan Pemulihan oleh Pemerintah Pusat
Satgas PRR Pascabencana Sumatra merupakan gabungan personel Polri, TNI, dan berbagai kementerian atau lembaga terkait. Untuk wilayah Padang Pariaman, tim dipimpin langsung oleh Brigjen Pol Yopie Indra Sepang bersama Kolonel Inf Feksy Dimuri Angi dan Kombes Pol Dennie Andreas Dharmawan.
Tim juga diperkuat Bripda Adriel Angkin Arisakti, Nurillah Utami dari BNPB, dan Amalia Siti Rohmah dari Kementerian PU. Turunnya tim ke daerah disebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Setiap laporan dan temuan di daerah akan dibawa ke pusat untuk dicarikan solusi serta penanganannya, sebagaimana komitmen Presiden Prabowo Subianto. Data yang dihimpun dari penyisiran ini menjadi dasar utama dalam menentukan skala prioritas perbaikan infrastruktur di Padang Pariaman.