Pencarian

Manfaat Bermain untuk Anak: Cara Stimulasi Tumbuh Kembang dan Bonding Orangtua

Kamis, 13 Agustus 2026 • 08:34:01 WIB
Manfaat Bermain untuk Anak: Cara Stimulasi Tumbuh Kembang dan Bonding Orangtua
Seorang anak terlihat fokus menyusun balok permainan di rumahnya.

SUMATERA BARAT — Bukan rahasia lagi, banyak orangtua di Indonesia merasa hari anak harus diisi dengan kegiatan terstruktur seperti calistung, les bahasa asing, atau kelas menggambar. Padahal, membiarkan anak bebas bermain balok atau berpura-pura menjadi koki justru memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi perkembangan otaknya.

Bermain adalah cara alami anak memahami dunia. Lewat aktivitas ini, mereka belajar memecahkan masalah, mengekspresikan emosi, dan mengasah kemampuan sosial yang tidak bisa didapatkan dari layar gadget.

Mengapa Bermain Itu Penting untuk Otak Anak?

American Academy of Pediatrics (AAP) dalam laporan klinisnya menegaskan bahwa bermain sesuai tahap perkembangan anak mendukung kemampuan sosial-emosional, kognitif, bahasa, hingga self-regulation. Artinya, anak yang punya banyak waktu bermain cenderung lebih siap menghadapi tantangan belajar di sekolah.

Ketika si kecil menyusun balok, ia sebenarnya sedang belajar tentang ukuran, keseimbangan, dan sebab-akibat. Saat bangunan yang ia buat runtuh, di situlah proses mencari solusi dimulai. Begitu pula saat bermain peran, anak melatih bahasa, memahami perspektif orang lain, dan belajar bernegosiasi.

Menariknya, AAP juga menemukan bahwa playful learning membantu mengembangkan executive function. Ini mencakup kemampuan mengendalikan impuls, mempertahankan perhatian, mengingat informasi, dan berpikir fleksibel—semua keterampilan yang menjadi fondasi kesuksesan akademik di masa depan.

Kesibukan Orangtua Bukan Halangan untuk Bermain

Banyak ibu merasa quality time harus diwujudkan dalam aktivitas besar. Padahal, konsep guided play justru menekankan peran orangtua sebagai fasilitator, bukan instruktur. Ibu cukup menyediakan lingkungan yang aman dan memberikan arahan ringan, lalu biarkan anak mengeksplorasi dengan caranya sendiri.

Memasak bersama di dapur, membereskan mainan sambil berlomba menghitung jumlahnya, atau menunggu antrean di kasir sambil bermain tebak warna—semua bisa menjadi momen stimulasi yang berharga. Kuncinya adalah keterlibatan penuh orangtua dan memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi.

Konsep ini diangkat dalam sesi livestream “Build & Bond: Yuk Main Bareng!” yang digelar LEGO Online Official Store pada 27 Juli 2026. Berkolaborasi dengan Shopee Live Superstar, acara tersebut menghadirkan Citra Kirana, Tara Ayu Cempaka, Maria Florencia, serta parenting expert sekaligus Montessori Educator Cici Desri.

Bermain Bersama Membangun Kedekatan Emosional

Manfaat bermain tidak berhenti pada perkembangan kognitif. Aktivitas ini juga menjadi jembatan emosional antara orangtua dan anak. Saat bermain bersama, ibu bisa melihat apa yang menarik perhatian si kecil, bagaimana ia menghadapi kegagalan, dan apa yang membuatnya penasaran.

AAP bahkan menyebut interaksi bermain antara anak dan orangtua membantu membangun hubungan yang aman sekaligus mengatur respons tubuh terhadap stres. Jadi, duduk bersama membangun menara balok atau membaca cerita sambil berganti-ganti suara karakter sudah cukup untuk menciptakan momen yang berarti.

Citra Kirana membagikan pengalamannya menjadikan LEGO sebagai aktivitas favorit bersama putranya, Athar. Ketertarikan Athar terhadap hewan disalurkan melalui set bertema satwa. Bahkan saat bepergian ke New Zealand menggunakan camper van, set LEGO ikut dibawa sebagai sarana menghabiskan waktu bersama keluarga.

Menyeimbangkan Layar dan Permainan Fisik

Di tengah meningkatnya kekhawatiran orangtua terhadap screen time, menyediakan ruang untuk bermain langsung menjadi semakin relevan. Bukan berarti semua aktivitas digital harus dihilangkan, melainkan menciptakan keseimbangan antara kegiatan terstruktur, waktu bersama orangtua, dan permainan bebas.

LEGO Playground melalui kampanye “Main dan Jadi Hebat” menekankan bahwa bermain adalah fondasi untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan memecahkan masalah, ketangguhan, dan keterampilan sosial. Temuan dalam LEGO Play Well Report 2026 bahkan menunjukkan 99 persen orangtua di Indonesia percaya bermain berperan penting dalam tumbuh kembang anak.

Jadi, lain kali si kecil mengajak bermain, jangan ragu untuk meluangkan waktu. Sederhana bagi ibu, tetapi luar biasa bagi perkembangan mereka.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fimela.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks