Komunitas Seni Hitam Putih mementaskan teater kontemporer berjudul Bala Bhumi di Taman Budaya Sumatera Barat, Padang, Rabu (2/9/2026). Karya yang disutradarai Afrizal Harun ini mengangkat persoalan eksploitasi alam dan kerusakan ekologis dengan gaya gerak panggung yang tidak biasa.
PADANG — Para pelakon tidak sekadar berdialog di atas panggung. Sebagian dari mereka justru menirukan gaya gerak hewan, merangkak, melompat, dan menggerakkan tubuh layaknya makhluk hidup yang kehilangan habitat. Itulah penampilan perdana teater kontemporer Bala Bhumi yang berlangsung di Taman Budaya Sumatera Barat, Rabu (2/9/2026).
Pertunjukan ini merupakan garapan Afrizal Harun bersama Komunitas Seni Hitam Putih. Bala Bhumi tidak hanya bercerita tentang alam yang rusak, tetapi juga menyoroti keserakahan manusia sebagai akar persoalannya.
Perpaduan Teater Modern dan Filosofi Minangkabau
Yang menarik dari pementasan ini adalah pendekatan artistiknya. Afrizal Harun memadukan teater modern dengan tradisi yang bersumber dari filosofi Minangkabau, lalu dikemas melalui dramaturgi teater pascadramatik.
Pendekatan ini membuat alur cerita tidak disajikan secara linear. Penonton diajak merasakan kegelisahan melalui gerak tubuh, musik, dan tata panggung yang simbolis, bukan sekadar mengikuti dialog antar tokoh.
Mengapa Teater Kontemporer untuk Isu Lingkungan?
Pilihan medium teater kontemporer untuk persoalan ekologis dinilai relevan bagi perupa di Sumatera Barat. Isu kerusakan alam kerap disampaikan lewat diskusi atau aksi demonstrasi, tetapi jarang dieksplorasi lewat ruang seni pertunjukan seperti ini.
Melalui gerak tubuh yang menirukan hewan, para pelakon mencoba menghadirkan empati kepada penonton. Mereka ingin memperlihatkan bagaimana makhluk hidup lain ikut menjadi korban ketika hutan dieksploitasi dan ekosistem rusak.
Pementasan Bala Bhumi menjadi salah satu upaya komunitas seni di Padang untuk merespons persoalan lingkungan yang kian mendesak. Afrizal Harun mencoba menawarkan sudut pandang baru: bahwa kritik terhadap kerusakan alam bisa disampaikan tidak hanya lewat kata-kata, tetapi juga lewat tubuh dan gerak.