PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memanfaatkan momen peringatan detik-detik Proklamasi untuk merawat kedekatan antara aparatur negara dan warga hingga tingkat nagari. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, sengaja memimpin langsung upacara pengibaran bendera di Kabupaten Sijunjung pada pagi hari, sebelum bertolak ke Padang untuk memimpin prosesi penurunan bendera di Istana Gubernur pada sore harinya.
Vasko mengaku sengaja memilih lokasi upacara di luar ibu kota provinsi untuk merasakan langsung denyut semangat kebangsaan masyarakat di tingkat akar rumput.
"Saya ingin merasakan langsung bagaimana masyarakat di nagari memperingati kemerdekaan. Kita bisa hadir, berinteraksi, dan merasakan bersama semangat kemerdekaan. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti," ujarnya usai memimpin upacara penurunan bendera di Padang, Senin (17/8/2026).
Kehadiran Pemerintah di Nagari Kunci Jaga Nasionalisme
Menurut Vasko, pengalaman memimpin upacara di tengah masyarakat membuka ruang interaksi yang lebih membumi. Suasana di daerah, kata dia, tetap berlangsung khidmat meski tidak seformal upacara di tingkat provinsi.
"Suasananya memang berbeda, tetapi sama-sama khidmat. Di daerah, kita bisa merasakan langsung semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan. Dan sore ini, saya mendapat kesempatan untuk kembali mengikuti prosesi penurunan bendera di Istana Gubernur," kata Vasko.
Interaksi langsung dengan warga nagari dinilai memberikan gambaran nyata tentang kuatnya jiwa nasionalisme di tingkat tapak. Karena itu, Pemprov Sumbar menekankan pentingnya kehadiran jajaran pemerintah hingga ke tingkat nagari untuk mempererat komunikasi dengan warga.
Tidak Ada Toleransi untuk Pengkhianatan Negara
Di hadapan jajaran Forkopimda dan peserta upacara, Vasko menegaskan bahwa pemaknaan atas simbol negara harus dibuktikan lewat kerja nyata, bukan sekadar seremonial. Ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama menjaga keutuhan NKRI.
"Harapan kita, di Sumatera Barat Sang Saka Merah Putih akan terus berkibar sampai kapan pun. Merah Putih adalah simbol persatuan dan kedaulatan kita. Karena itu, tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pengkhianatan terhadap negara. Kita semua harus berdiri bersama untuk menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.
Vasko menambahkan, komitmen menjaga kedaulatan bangsa harus diimbangi dengan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Menjaga bendera, menurutnya, identik dengan menjaga persatuan dan memberikan yang terbaik bagi daerah.
"Menjaga Merah Putih bukan hanya soal menjaga benderanya, tetapi juga menjaga persatuan, menjaga daerah, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," pungkasnya.
Prosesi penurunan bendera di Istana Gubernur Sumatera Barat berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta peserta upacara dari berbagai instansi di lingkungan Pemprov Sumbar.