Sebanyak 20 ribu jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat memadati Masjid Agung Manarul 'Ilmi Islamic Centre Padang Panjang pada Ahad (16/2). Kedatangan puluhan ribu jemaah ini sekaligus menjadi bukti Islamic Centre mulai berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.
PADANG PANJANG — Ribuan jemaah yang datang sejak subuh itu memenuhi pelataran dan lantai utama masjid untuk mengikuti Wisata Dakwah BKMT yang menghadirkan penceramah Gus Nur. Dalam tausiyahnya, Gus Nur mengajak umat untuk terus berbuat baik dan mengambil peran menolong agama Allah sesuai kemampuan masing-masing.
"Barang siapa menolong agama Allah, Allah pasti menolong," ujar Gus Nur di hadapan para jemaah.
Dia mengingatkan bahwa perjuangan dalam kebaikan tidak selalu mudah. Berbagai tantangan dan ujian akan selalu menghadang, karena itu umat diminta memperkuat keyakinan, memperbanyak amal dan ikhtiar, serta tidak mudah menyerah.
Islamic Centre Bukan Sekadar Tempat Ibadah
Gus Nur menilai keberadaan Islamic Centre Padang Panjang bukan sekadar tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan. Menurutnya, kompleks masjid kebanggaan warga Kota Padang Panjang itu dapat menjadi pusat pembentukan kekuatan umat melalui majelis ilmu.
"Ini adalah bahtera keselamatan. Pak Wali Kota dan jajarannya sedang membangun bahtera. Ada 20 ribu orang yang hadir di pengajian BKMT se-Sumbar ini," katanya.
Dia menambahkan, majelis besar seperti ini kelak bisa melahirkan halaqah-halaqah kecil atau "sekoci-sekoci" yang terus bergerak membawa energi positif di tengah masyarakat.
Perubahan Pengisi Acara karena Abu Erupsi Anak Krakatau
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengungkapkan, penceramah pada kegiatan ini semula direncanakan Ustaz Derry Sulaiman. Namun, dampak abu erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan membuat Derry batal hadir.
"Di satu sisi, ini menjadi berkah dan rahmat Allah karena hari ini kita bisa bersama Gus Nur," kata Hendri di sela-sela acara.
Hendri menyambut baik membludaknya peserta yang hadir. Ia menilai antusiasme luar biasa ini menjadi bukti Islamic Centre mulai berfungsi sebagai ruang bersama untuk memakmurkan rumah Allah. Dia pun mengajak BKMT Sumbar lebih sering menggelar kegiatan di Padang Panjang dan menyatakan Pemkot siap memberikan dukungan serta fasilitas.
Dampak Ekonomi bagi Pedagang Lokal
Kegiatan keagamaan yang berlangsung selama sehari itu tidak hanya berdampak pada aspek spiritual. Ratusan pedagang lokal dan daerah sekitar memadati pelataran Islamic Centre sejak pagi, menjajakan kuliner, pakaian muslim, perlengkapan ibadah, serta berbagai produk UMKM.
Ketua BKMT Sumbar Abdul Aziz mengapresiasi dukungan Pemkot Padang Panjang terhadap kegiatan keagamaan. Menurutnya, keberadaan Islamic Centre membuka ruang yang luas bagi masyarakat untuk menggelar berbagai kegiatan.
Ia menilai besarnya jumlah jemaah yang hadir menunjukkan Islamic Centre Padang Panjang berpotensi menjadi pusat kegiatan spiritual sekaligus penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Hendri berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin minimal dua kali dalam setahun.