PARIT MALINTANG — Tujuh ruas jalan di Padang Pariaman akan segera diaspal melalui Paket I Peningkatan Jalan Hotmix. Proyek senilai Rp5,24 miliar ini dijadwalkan mulai dikerjakan pekan ini dan ditargetkan rampung dalam 150 hari kalender.
Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung. Pengerjaan fisik akan langsung dimulai sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah daerah.
Jalan Menuju Sentra Produksi Jadi Sasaran Utama
Lokasi yang dikerjakan menyasar akses menuju kawasan pertanian, perkebunan, dan permukiman warga. Beberapa titik yang masuk daftar antara lain Peningkatan Jalan Ujung Tanah–Sei. Geringging, Sigata–Aur Melintang, serta Kamumuan–Sei. Geringging.
Selain itu, pekerjaan juga mencakup Pengamanan Badan Jalan Sei. Sariak–Malai dan Bantuan Pengaspalan Jalan Simpang IV Kampung Malagam–Paingan. Dua ruas lain yang turut dipaving adalah Jalan Kp. Lereng–Pasar Basung serta Padang Kajai–Hulu Banda Korong Patamuan.
Kontraktor dan Pengawas Telah Ditunjuk
Pelaksanaan proyek ini dipercayakan kepada PT Pandora Energi Persada sebagai penyedia jasa. Pengawasan di lapangan dilakukan oleh PT Ersa Satria Konsultan untuk memastikan kualitas sesuai spesifikasi teknis.
Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, menyebut infrastruktur menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Ia menegaskan perbaikan jalan bukan sekadar kenyamanan berkendara, melainkan untuk membuka akses ekonomi antarwilayah.
“Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama kami. Langkah nyata ini dibuktikan dengan dimulainya pengerjaan sejumlah ruas jalan strategis yang tersebar di wilayah Padang Pariaman. Kami berharap infrastruktur yang baik dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Hendra di ruang kerjanya.
Efek Berantai ke Harga Produk dan Mobilitas Warga
Jalan mulus disebut bakal memangkas biaya distribusi hasil panen dari sentra produksi ke pasar. Hendra menjelaskan dampaknya akan terasa langsung oleh petani, pekebun, hingga nelayan yang selama ini kerap terkendala akses.
“Ketika akses jalan semakin baik, mobilitas masyarakat semakin mudah. Distribusi hasil produksi juga semakin lancar. Pada akhirnya, ini akan ikut menggerakkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Warga Diminta Ikut Awasi Pengerjaan
Pemkab Padang Pariaman mengingatkan dana proyek ini berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat. Karena itu, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diminta berperan mengawasi kualitas pekerjaan di lapangan.
“Pembangunan ini pada akhirnya kembali untuk masyarakat. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” pesan pemerintah daerah.
Pemkab menekankan pengawasan ketat akan dilakukan agar setiap rupiah anggaran menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan tepat waktu.