Pencarian

Kemenpar Ajak 10 Operator Tur Susun Paket Wisata Budaya dan Gastronomi Yogyakarta-Borobudur

Rabu, 04 November 2026 • 13:19:31 WIB
Kemenpar Ajak 10 Operator Tur Susun Paket Wisata Budaya dan Gastronomi Yogyakarta-Borobudur
Peserta familiarization trip Kemenpar menjelajahi kawasan Bantul dalam rangkaian penyusunan paket wisata budaya dan gastronomi Yogyakarta-Borobudur.

SUMATERA BARAT — Kementerian Pariwisata mempertemukan 10 operator tur dan agen perjalanan dengan pengelola atraksi lokal di Yogyakarta dan Borobudur untuk menyusun paket wisata berbasis mindfulness, gastronomi, serta sejarah dan budaya. Familiarization trip bertajuk "Harmoni Raga, Rasa, dan Tradisi" berlangsung lima hari empat malam pada 16–20 Oktober 2026. Langkah ini menyasar segmen menengah ke atas Jabodetabek yang kini mencari pengalaman mendalam, bukan sekadar destinasi untuk berfoto.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menyebut famtrip ini sebagai respons terhadap pergeseran tren wisata masyarakat, dari wisata massal menuju pengalaman yang lebih bermakna dan bernilai tinggi. Perubahan itu dinilai sejalan dengan kebutuhan warga perkotaan yang menjadikan liburan sebagai sarana perawatan diri dan pemulihan kesehatan mental.

Famtrip tidak dirancang sebagai perjalanan pengenalan destinasi biasa. Kemenpar memakai forum ini untuk mempertemukan pembeli dan penyedia layanan wisata lewat pertemuan bisnis B2B, dengan harapan lahir transaksi yang menggerakkan ekonomi lokal.

Target 1,18 Miliar Perjalanan Wisnus pada 2026

Kegiatan ini juga diarahkan mendukung pencapaian target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026. Menurut Made, target utama famtrip adalah terciptanya kesepakatan paket tur komersial baru, baik open trip maupun private group, yang siap dipasarkan.

Paket yang lahir dari pertemuan itu diharapkan memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan pengeluaran wisatawan di Yogyakarta dan Borobudur. Sebanyak 10 perwakilan biro perjalanan dan asosiasi pariwisata terlibat, di antaranya ASITA, ASPPI, AITTA, ASTINDO, dan KEMBERIN.

Rangkaian Pengalaman Selama Lima Hari

Peserta menjalani perjalanan yang memadukan kuliner, sejarah, budaya, dan kebugaran. Agenda dibuka dengan eksplorasi gastronomi bersama Dje Djak Rasa melalui Telusur Kampung Santan Spesial Ingkung di Bantul, yang menyandingkan sajian ayam ingkung dengan kisah resep tradisional.

Kekayaan kuliner Nusantara berlanjut lewat Senja Gastronomy Walking Tour: Telusur Tugu & Pecinan, yang mengajak peserta mengenal akulturasi budaya sambil mencicipi jajanan lokal. Perjalanan "Tiga Wajah Mataram" bersama Remen Jawi menghadirkan penjelajahan sejarah dan perjamuan lintas masa.

Agenda berikutnya mencakup racikan teh personalisasi di Sadahurip, penjelajahan Kampung Wisata Purbayan, dan hidangan gastronomi etnik di Dapur Alit Jogja. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi meditasi berkesadaran yang memadukan relaksasi dan penuturan kisah budaya bersama Selaras Jiwo Journey.

Peluang bagi Traveler yang Merencanakan Liburan

Bagi wisatawan, hasil famtrip ini berpotensi menambah pilihan paket open trip dan private group di Yogyakarta serta kawasan Borobudur. Rute yang diuji mencakup Bantul, kawasan Tugu dan Pecinan, Purbayan, hingga Magelang, sehingga cocok untuk perjalanan keluarga maupun solo yang ingin menggabungkan kuliner dan sejarah.

Harga dan jadwal paket komersial belum dirinci dalam kegiatan ini. Traveler yang berminat dapat memantau penawaran operator peserta, seperti ASITA, ASTINDO, dan KEMBERIN, atau mengonfirmasi langsung ke dinas pariwisata setempat.

Tips Menyusun Itinerary Bertema Serupa

  • Sisihkan satu hari khusus gastronomi, misalnya menyusuri Bantul dan kawasan Pecinan, agar tidak bertabrakan dengan agenda sejarah.
  • Gabungkan kunjungan Borobudur dengan aktivitas relaksasi seperti meditasi atau kelas teh untuk ritme perjalanan yang tidak melelahkan.
  • Pilih open trip jika traveling solo, atau private group bila membawa keluarga besar agar jadwal lebih fleksibel.
  • Konfirmasi ketersediaan dan tarif paket ke operator resmi sebelum berangkat, terutama untuk periode liburan akhir tahun.

Durasi ideal untuk mengikuti alur perjalanan semacam ini adalah empat hingga lima hari, cukup untuk mencicipi kuliner, menelusuri heritage, dan menutup perjalanan dengan sesi pemulihan diri di Yogyakarta dan Borobudur.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cianjurekspres.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks