Pencarian

Pemko Bukittinggi Berlakukan Kembali Sekolah Enam Hari Mulai 26 Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026 • 15:13:37 WIB
Pemko Bukittinggi Berlakukan Kembali Sekolah Enam Hari Mulai 26 Januari 2026
Wali Kota Bukittinggi umumkan penerapan kembali sekolah enam hari mulai 26 Januari 2026.

Bukittinggi — Pemerintah Kota Bukittinggi memutuskan untuk kembali menerapkan sistem sekolah enam hari, terhitung mulai Senin, 26 Januari 2026. Kebijakan ini berlaku bagi jenjang SD dan SMP, dengan hari belajar dari Senin hingga Sabtu.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat evaluasi Tahun 2025 dan rapat rencana kerja Tahun 2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi, yang digelar di Aula Balai Kota Bukittinggi, Rabu (21/1/2026).

Evaluasi Lima Hari Sekolah

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan bahwa kebijakan lima hari sekolah sebelumnya telah melalui proses evaluasi menyeluruh oleh Disdikbud bersama tim kajian. Dari hasil evaluasi tersebut, direkomendasikan agar sistem pembelajaran kembali ke enam hari sekolah.

“Setelah dilakukan evaluasi, kita putuskan anak-anak SD dan SMP di Bukittinggi kembali bersekolah enam hari, Senin sampai Sabtu. Kebijakan ini mulai berlaku pada 26 Januari 2026,” ujar Ramlan.

Menurutnya, penerapan sekolah enam hari bertujuan untuk memaksimalkan waktu belajar siswa di sekolah, sehingga peserta didik memiliki kesempatan lebih luas untuk menerima pembelajaran formal secara optimal.

Perkuat Arah Pembangunan Pendidikan

Ramlan juga menegaskan bahwa rapat evaluasi dan perencanaan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat arah pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan di Kota Bukittinggi.

Ia menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas, estetik, dan tertata dengan baik agar suasana belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

“Kami berharap rapat kerja ini semakin memperkuat sinergi antar satuan pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan dalam mewujudkan Generasi Gemilang Kota Bukittinggi,” ungkapnya.

Selain itu, Ramlan mengingatkan pentingnya mempersiapkan anak-anak menghadapi tantangan zaman, termasuk disrupsi digital serta dinamika moral dan sosial yang berkembang dalam dunia pendidikan.

Peran Guru dan Orang Tua Diperkuat

Wali Kota juga berpesan agar guru tidak hanya berfokus pada kegiatan mengajar, tetapi turut melakukan upaya preventif melalui penciptaan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan kondusif, serta memberikan keteladanan kepada peserta didik.

Komunikasi antara sekolah dan orang tua, lanjutnya, perlu terus diperkuat guna membangun sinergi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Disdikbud Susun Rencana Kerja 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Yudhi Hidayat, menjelaskan bahwa rapat evaluasi dan rapat kerja ini bertujuan menjamin akuntabilitas pelaksanaan program Tahun Anggaran 2025, sekaligus menyusun perencanaan yang selaras dengan prioritas pembangunan daerah Tahun 2026.

“Rapat kerja ini menjadi forum evaluasi kinerja urusan pendidikan dan kebudayaan, sekaligus wadah konsolidasi untuk merumuskan kebijakan dan langkah perbaikan dalam meningkatkan mutu layanan publik,” jelas Albertiusman.

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat tersusun gambaran capaian kinerja Tahun 2025, teridentifikasi permasalahan strategis beserta solusi alternatif, serta terbentuk kesamaan persepsi dan komitmen antar unsur dinas dan satuan pendidikan.

Apresiasi Siswa Berprestasi

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Bukittinggi juga menyerahkan reward kepada 22 siswa berprestasi dari 12 cabang lomba dan kejuaraan. Prestasi tersebut terdiri dari 5 siswa tingkat nasional dan 7 siswa tingkat provinsi.

Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi peserta didik untuk terus meningkatkan prestasi secara berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: Kaba12

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks