SUMATERA BARAT — Denda terberat mencapai Rp125 juta akibat penyalaan flare dan petasan secara serentak di hampir seluruh tribun Stadion Maguwoharjo. Aksi itu terjadi sesaat setelah peluit panjang berbunyi pada laga yang mempertemukan PSS Sleman melawan Garudayaksa FC, Sabtu (9/5/2026). Euforia promosi ke kasta tertinggi menjadi pemicu, namun Komdis PSSI menilai tindakan tersebut melanggar aturan keamanan stadion yang ketat.
Dua Sanksi Tambahan dari Pelemparan Botol dan Gulungan Kertas
Selain denda utama, PSS juga dikenai sanksi Rp15 juta akibat benda asing yang masuk ke lapangan. Laporan pertandingan mencatat botol kemasan dari tribun barat dan timur, serta gulungan kertas dalam jumlah besar dari tribun selatan. Total penonton yang hadir mencapai 16.456 orang.
Manajemen PSS memahami bahwa antusiasme suporter lahir dari rasa cinta dan bangga atas kembalinya tim ke Super League. Namun klub menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap regulasi demi kenyamanan bersama.
Pernyataan Resmi: "Kami Hormati Keputusan Komdis"
Melalui pernyataan resmi Jumat (29/5/2026), manajemen Super Elang Jawa menyatakan rasa hormat terhadap hukum liga. Mereka menganggap sanksi ini sebagai bagian dari risiko kompetisi profesional dan berkomitmen memperbaiki tata kelola pertandingan ke depan.
"Keputusan dari Komite Disiplin PSSI merupakan bagian dari risiko yang harus ditanggung dalam industri kompetisi profesional," demikian bunyi pernyataan resmi klub. Manajemen berjanji kejadian serupa tidak terulang kembali.
Target Super League 2026/2027: Bangun Kesadaran Kolektif
PSS Sleman kini fokus menatap musim kompetisi mendatang. Klub mengajak seluruh elemen—suporter, panitia pelaksana, dan pemangku kepentingan—untuk bekerja sama menciptakan atmosfer stadion yang aman. Manajemen yakin suasana kondusif akan berpengaruh langsung terhadap performa tim di lapangan.
Harapan besar disampaikan agar keluarga besar Super Elja lebih bertanggung jawab dalam mengawal perjalanan tim di kasta tertinggi. Klub optimistis bisa bersaing dengan tim-tim elit Indonesia jika saling menjaga antar elemen menjadi kunci utama.
Keberhasilan promosi PSS Sleman juga diikuti persiapan intensif tim promosi lainnya. Dinamika Super League musim depan diprediksi kompetitif seiring belanja pemain bintang yang mulai dilakukan berbagai klub.