JAKARTA — 17 Education & Technology Group Inc. melaporkan kinerja keuangan yang impresif untuk tiga bulan pertama 2026. Pendapatan perusahaan meroket 359 persen secara tahunan menjadi RMB99,5 juta, setara dengan sekitar Rp 220 miliar berdasarkan kurs saat ini.
Lonjakan pendapatan itu terutama dikaitkan dengan peluncuran dan pertumbuhan pesat Yiqi Aixue, sebuah aplikasi pembelajaran yang dipersonalisasi dengan kecerdasan buatan. Aplikasi ini menjadi motor utama bisnis perusahaan di tengah persaingan ketat industri edtech di China.
Margin Kotor Membaik, Rugi Bersih Susut 94 Persen
Efisiensi operasional juga terlihat dari peningkatan margin kotor perusahaan, yang mencapai 61 persen pada kuartal I 2026. Angka ini naik signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya di kisaran 40 persen.
Alhasil, rugi bersih 17EdTech berhasil ditekan drastis. Perusahaan mencatat kerugian bersih sebesar RMB19,4 juta pada kuartal I 2026, menyusut hingga 94 persen dari rugi bersih periode kuartal I 2025 yang mencapai lebih dari Rp 300 juta.
Yiqi Aixue Jadi Andalan Baru di Tengah Regulasi Ketat
Keberhasilan Yiqi Aixue menjadi angin segar bagi 17EdTech. Sejak pemerintah China memberlakukan aturan ketat terhadap sektor bimbingan belajar (tutoring) pada 2021, banyak perusahaan edtech berjuang untuk bertahan dan bertransformasi.
Pendekatan personalisasi berbasis AI dinilai menjadi strategi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa tanpa melanggar regulasi. Yiqi Aixue memungkinkan siswa mendapatkan materi yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing secara mandiri.
Perusahaan belum merilis proyeksi untuk sisa tahun 2026. Namun, dengan momentum pertumbuhan saat ini, 17EdTech optimistis dapat melanjutkan tren positif dan mendekati titik impas dalam waktu dekat.