Pencarian

Suntikan Sekali Pakai Bisa Pulihkan Kerusakan Sendi Akibat Osteoartritis

Jumat, 01 Mei 2026 • 17:36:49 WIB
Suntikan Sekali Pakai Bisa Pulihkan Kerusakan Sendi Akibat Osteoartritis
Tim peneliti University of Colorado Boulder mengembangkan terapi suntikan untuk regenerasi sendi osteoartritis.

Osteoartritis adalah momok yang akrab bagi banyak orang—mulai dari atlet yang harus pensiun karena masalah pinggul, nenek-nenek yang kesulitan menyisir rambut karena nyeri bahu, hingga rekan kerja yang menjalani penggantian lutut. Penyakit degeneratif ini menyerang satu dari enam orang berusia di atas 30 tahun dan mempengaruhi sekitar 240 juta orang di seluruh dunia.

Hingga kini, osteoartritis masih dianggap tidak bisa disembuhkan. Pasien hanya diberi pilihan terbatas: menjalani operasi penggantian sendi yang mahal dan invasif, atau sekadar mengelola rasa sakit dengan obat-obatan. Namun situasi ini mulai berubah berkat komitmen serius dari pemerintah Amerika Serikat untuk menemukan solusi.

Investasi Besar untuk Inovasi Terapi

Badan Advanced Research Projects Agency for Health (ARPA-H) yang berada di bawah Departemen Kesehatan AS telah mengalokasikan jutaan dolar untuk berbagai inisiatif penelitian. Salah satu proyek terdepan bernama NITRO (Novel Innovations for Tissue Regeneration in Osteoarthritis) telah memberikan dana sebesar $33,5 juta kepada tim multidisiplin di University of Colorado Boulder untuk mengembangkan terapi eksperimental yang terobosan.

"Saat ini, pilihan bagi banyak pasien hanyalah operasi besar yang mahal atau tidak ada apa-apa. Tidak banyak pilihan di tengah-tengah," kata Evalina Burger, profesor dan ketua Departemen Ortopedi di CU Anschutz. Itulah mengapa dukungan ARPA-H sangat penting bagi kemajuan penelitian ini.

Memanfaatkan Kemampuan Regenerasi Alami Tubuh

Tim yang dipimpin oleh insinyur biomedis Stephanie Bryant menghadirkan pendekatan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Alih-alih mengganti jaringan yang rusak dengan implan buatan, para ilmuwan merancang sistem yang merekrut sel-sel tubuh sendiri untuk memperbaiki kerusakan.

Strategi pertama melibatkan suntikan tunggal yang melepaskan obat yang sudah disetujui secara terkontrol melalui sistem partikel khusus. Sistem ini memungkinkan dosis kecil diberikan selama berbulan-bulan langsung ke sendi yang terkena, merangsang proses perbaikan alami.

Strategi kedua dirancang untuk kasus yang lebih parah. Ini melibatkan kit biomaterial dan protein yang dapat diterapkan melalui prosedur minimally invasive. Setelah berada di dalam tubuh, material ini mengeras dan bertindak sebagai perancah, menarik sel-sel progenitor yang mengisi dan meregenerasi area cartilage atau tulang yang rusak.

Hasil Menggembirakan dari Studi Hewan Coba

Dalam uji coba pada hewan, hasil yang diperoleh sangat menjanjikan. Sendi yang diobati kembali ke kondisi sehat dalam waktu empat hingga delapan minggu. Pada kasus cedera yang lebih parah, peneliti bahkan mengamati regenerasi lengkap dari jaringan yang rusak.

"Dalam dua tahun, kami berhasil mengubah ide yang ambisius menjadi terapi nyata dan membuktikan bahwa mereka dapat membalikkan osteoartritis pada hewan," kata Bryant. Eksperimen tambahan dengan sel manusia dari pasien yang menjalani penggantian sendi juga menunjukkan efek regeneratif yang jelas, menyarankan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan pada manusia.

Jalan Menuju Uji Klinis Manusia

Penting untuk dicatat bahwa hasil-hasil ini belum divalidasi melalui uji klinis pada manusia. Para peneliti berencana mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal akademis akhir tahun ini, dan telah mendirikan startup bernama Renovare Therapeutics untuk memulai proses komersialnya.

Langkah berikutnya adalah memperluas studi pada hewan dan menganalisis aspek-aspek kunci seperti toksisitas dan keamanan. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, uji klinis pada manusia bisa dimulai dalam kurun waktu sekitar 18 bulan.

Bagikan
Sumber: ired.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks