PADANG — Wakil Ketua PPIH Kesehatan Embarkasi Haji Padang, dr Resnita, menegaskan aturan ini bukan sekadar imbauan. “Jadi, jamaah haji setibanya di rumah sebenarnya tidak boleh ke mana-mana dulu selama 14 hari atau melakukan isolasi dan memantau kondisi kesehatannya,” katanya di Kota Padang, Selasa.
Langkah ini krusial mengingat kondisi fisik jamaah yang rentan setelah perjalanan panjang dan padatnya aktivitas ibadah di Arab Saudi. Jika dalam dua pekan tersebut muncul gejala penyakit atau kondisi kesehatan menurun, jamaah diminta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Mengapa Disiplin Isolasi Masih Jadi Masalah?
dr Resnita mengakui masih cukup banyak jamaah yang tidak patuh pada anjuran isolasi mandiri. Padahal, kedisiplinan ini berkaitan langsung dengan keselamatan jamaah itu sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Solusi paling praktis yang ia tawarkan: gunakan masker. Baik jamaah maupun keluarga di rumah diminta tetap memakai masker untuk mengantisipasi potensi penularan penyakit tertentu yang mungkin dibawa dari perjalanan.
Langkah Pencegahan: Air Putih dan Gizi Seimbang
Selain isolasi, PPIH menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Jamaah disarankan memperbanyak konsumsi air putih dan memastikan asupan gizi tercukupi.
“Jadi, mengonsumsi air putih ini bisa mencegah dehidrasi atau agar batuknya tidak bronkitis,” ujar dr Resnita. Dehidrasi menjadi ancaman serius setelah jamaah melalui perjalanan panjang dan perubahan cuaca ekstrem dari Tanah Suci ke Indonesia.
Progres Pemulangan: Tiga Kloter Tersisa
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama PPIH mencatat, dari total jamaah Debarkasi Padang, sebanyak 4.294 orang telah tiba di tanah air. PPIH kini tinggal menunggu dan melayani kepulangan tiga kloter terakhir untuk menuntaskan seluruh proses pemulangan musim haji tahun ini.