PAYAKUMBUH — Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan bukan sekadar bansos biasa, melainkan bantuan produktif yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga penerima.
“Bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif yang kami harapkan berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga. Kelola dengan baik, ikuti pelatihan secara serius, dan jadikan ini langkah awal membangun usaha produktif keluarga,” kata Elzadaswarman di sela acara.
Empat Kelurahan Prioritas Terima Intervensi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda menjelaskan, penerima bantuan berasal dari empat kelurahan yang masuk kategori agak rentan berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Tahun 2025. Mereka adalah warga Kelurahan Talang (Kecamatan Payakumbuh Barat), Kelurahan Napar dan Taratak Padang Kampuang (Kecamatan Payakumbuh Utara), serta Kelurahan Parambahan (Kecamatan Lamposi Tigo Nagori).
Setiap peserta menerima 150 baglog jamur tiram siap panen. Sebelumnya, mereka mengikuti pelatihan budidaya selama satu hari yang menghadirkan narasumber Fitri Afriani, seorang pengusaha jamur tiram yang sukses membangun usaha sejak masih kuliah.
Jamur Tiram: Solusi Pangan Bergizi Tanpa Lahan Luas
Elzadaswarman menyebut budidaya jamur tiram menjadi alternatif strategis karena tidak membutuhkan lahan luas, mudah dikembangkan, dan memiliki nilai ekonomi menjanjikan. Dari sisi gizi, jamur tiram kaya protein, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan.
“Ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga. Keluarga yang mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri akan lebih tangguh menghadapi kenaikan harga pangan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu,” ujarnya.
Inspirasi dari Pengusaha Muda yang Tembus Jepang
Dalam sambutannya, Elzadaswarman mengapresiasi Fitri Afriani yang dinilai berhasil membuktikan bahwa budidaya jamur tiram bisa menjadi jalan keluar dari masalah ekonomi keluarga. Fitri memulai usahanya sejak masih duduk di bangku kuliah dan kini mampu membantu biaya keluarga, menyelesaikan pendidikan, hingga diundang berbagi pengalaman ke Jepang.
“Beliau patut menjadi inspirasi bagi kita semua. Dengan ketekunan dan kesungguhan dalam membudidayakan jamur tiram, beliau mampu membantu biaya keluarga, menyelesaikan pendidikan, bahkan mendapat kesempatan diundang ke Jepang untuk berbagi pengalaman,” kata Elzadaswarman.
Target: Gizi Keluarga Terpenuhi, Ekonomi Tumbuh
Edvidel Arda menambahkan, program ini menyasar keluarga miskin berisiko stunting yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia berharap bantuan produktif ini memberikan manfaat ganda: meningkatkan konsumsi pangan bergizi sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
“Jika berkembang dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan keluarga penerima, tetapi juga masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujar Edvidel.